Welcome to my blog :)

rss

Thank you for visiting my blog

Bookmark and Share Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com Google bot last visit powered by Bots Visit GothicMatch.com - the best Gothic dating site! Rahsia Iklan Super Efektif
Share |
SUGENG ENGGAL ENGGAL DATANG MATUR SUWON PANJENENGAN MBOTEN MALES MAMPER TEN DALEM PANGGONAN KULO BLOGGER BELAJAR MY MUSIK OF MOJOKERTO KEMLAGI New Song The Fluffy Dinda All Info Musik 2010 Download mp3 Indie Mojokerto Download all indie mojokerto 2012
Memuat...

Selasa, 11 Mei 2010

Sex Pistols Jadi Ikon Punk

London - Pelopor pop culture sekaligus mantan manajer Sex Pistols, Malcolm McLaren, baru saja tutup usia karena kanker pada usia 64. Ia pernah menginspirasi dunia lewat punk rock.

McLaren meninggal di sebuah rumah sakit di Swiss setelah berjuang melawan mesothelioma yaitu kanker yang paling sering mempengaruhi paru-paru. Ikon Punk Johnny Rotten dan fashion desainer Vivienne Westwood lalu mengadakan acara untuk mengenang McLaren, di London, Jumat (9/11).

"Ini adalah hari yang menyedihkan. Dia telah menderita kanker selama beberapa waktu. Tapi baru-baru ini dia telah sehat, kemudian dengan cepat kembali memburuk," ujar vokalis Sex Pistols John Lydon, seperti yang dikutip dari TheSun.

Frontman Sex Pistols, John Lydon memimpin acara tribut kepada mantan manajernya, setelah mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani Johnny Rotten, yang juga menjadi nama panggungnya ketika ia masih bergabung bersama Sex Pistols.

"Bagi saya Malcolm selalu menghibur, dan saya harap Anda ingat itu. Di atas segalanya, dia penghibur dan aku sangat kehilangan dia, dan begitu juga dengan kalian", ujar Rotten.

Kim Young yang menjadi kekasih McLaren selama 12 tahun terakhir mengatakan bahwa dia berada di samping McLaren saat wafat. Saat itu juga ada Joseph Corre, anaknya dengan mantan pacarnya, Vivienne Westwood, serta anak tirinya Ben Westwood.

"Dia adalah seorang seniman besar yang mengubah dunia," kata Kim dalam sebuah pernyataan. "Semua yang ia lakukan seperti tokonya di King's Road (di London), karya fashionnya, musik yang dia diciptakan, band yang ia manajeri adalah ekspresi dari karya seninya," tambah wanita berusia 38 itu.

McLaren adalah seorang tokoh terkemuka di dunia punk rock. Seperti halnya Sex Pistols, band punk rock seminalis di Inggris yang sempat ia manajeri sejak 1970-an adalah band seperti New York Dolls dan Bow Wow Wow.

Corre menggambarkan ayahnya sebagai original punk rocker yang telah "merevolusi dunia". "Dia adalah seseorang yang aku sangat banggakan. Dia sebuah mercusuar nyata manusia bagi orang untuk memandang sekeliling," katanya.

Sedangkan Vivienne Westwood teringat mantan pasangannya sebagai 'seseorang yang sangat kharismatik, khusus, dan berbakat."

Pasangan itu mendirikan sebuah butik di King's Road di distrik Chelsea Hip di London pada 1970-an yang mereka namakan Sex. Toko ini menjual pakaian yang terinspirasi fetish. Tapi, kata Westwood, ia tidak berhubungan dengan McLaren untuk waktu yang cukup lama.

"Ketika kami masih muda dan aku jatuh cinta dengan Malcolm, saya pikir dia sangat menawan dan hingga kini aku masih mengaguminya," katanya dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan, "Membayangkan kematiannya adalah sesuatu hal yang benar-benar sangat menyedihkan."

McLaren adalah seorang mahasiswa sekolah seni yang mulai mengelola Sex Pistols pada tahun 1975. Band ini membawa Lydon sebagai frontman setelah menyemprot tinta di kaos Pink Floyd-nya yang robek dan rambut yang berwarna hijau.

Sex Pistols merilis album God Save The Queen pada 1977, bersamaan dengan perayaan ulang tahun Queen Elizabeth II. Nomor itu sarat dengan lirik yang provokatif (God save the queen/her fascist regime (and)

there's no future/in England's dreaming) didorong ke puncak tangga lagu pop, meskipun BBC melarang nomor tersebut diputar.

Pada tahun yang sama muncul album studio resmi kuartet tersebut yaitu Never Mind The Bollocks, Here's the Sex Pistols.

Sex Pistols memulai tur AS pada 1978, hanya untuk berpisah setelah pertunjukan di San Francisco. Band ini berpisah dari McLaren, dan ia kemudian kalah dalam kasus pengadilan atas royalti. Setelah waktunya dengan Sex Pistols, McLaren terus bekerja pada musik, film, dan seni.

Proyek lainya termasuk menyusun sebuah lagu tema untuk maskapai penerbangan British Airways, Radio BBC. Tahun lalu, ia memamerkan karya seninya di Inggris dan Amerika Serikat. "Dia membagi hidup tahun terakhirnya antara New York dan Paris," kata Kim Young.

Pembuat film Julien Temple, yang menyutradarai film Sex Pistols The Great Rock'n'Roll Swindle, menyebut McLaren sebagai "sebuah katalis yang luar biasa".

Ia menambahkan, "Pada waktu sedang berada dalam ruangan dengan dia, kita hanya akan dibombardir dengan energi. Dia adalah seorang guru yang luar biasa. Seorang guru sangat beruntung jika dapat menginspirasikan satu atau dua muridnya dalam kelas, tapi Malcom benar-benar menginspirasi generasi di seluruh dunia. Dia adalah seorang yang fenomenal yang kekuatannya harus diperhitungkan di akhir 1970-an dan awal 1980-an."

Untuk info lainnya klik Join 4Shared Now!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Leave a trail here so I can track your blog :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini

.

Web music player Quantcast CINTAKU HANYA UNTUKMU NIA THE FLUFFY - SATU HATI | Promosikan Halaman Anda Juga New Mp3 Video 2010 Upload File Di bayar View Larger Map GothicMatch.com - the best Gothic dating site! GothicMatch.com - the best Gothic dating site! Masthead Banner Made with MyBannerMaker.com! Click here to make your own! web tracker
D0wnload mp3 gratis Ikuti Kontes L'A di Kota Kamu!!